Air laut bisa jadi bahan bakar

Air laut bisa jadi bahan bakar

Selama beberapa abad, para ahli kimia telah mencoba mengubah timbal menjadi emas. Mungkin mereka ngarep jadi kaya mendadak. Transmutasi telah lama terbukti mustahil, namun mimpi yang mirip — mengubah air menjadi bahan bakar — sepertinya dapat diraih.

Para ilmuwan di Laboratorium Angkatan Laut AS membuktikannya dengan menerbangkan pesawat model yang menggunakan air laut yang telah direkayasa.

Gas alam dan bahan bakar cair, dibakar dalam berbagai jenis mesin pembakar internal, adalah senyawa-senyawa kimia hidrogen dan karbon, yang berasal dari cadangan dalam Bumi.

Samudera juga merupakan tempat hidrogen yang berkelimpahan dan juga karbon dioksida atau CO2 yang semakin meningkat. Larut dalam air laut dari udara, senyawa itu membuat air laut semakin asam. Nah lho tumben kan air laut jadi asam? Bukannya asin? Hehe..

Mengekstraksi bahan-bahan kimia itu dari laut dan mengubahnya menjadi semacam bahan bakar cair dimungkinkan oleh beberapa kemajuan teknologi mutakhir, menurut peneliti Angkatan Laut AS, Dr. Heather Willauer.

“Kami telah dapat menunjukkan bahwa kita dapat menggabungkan CO2 dan hidrogen di laboratorium pada skala lab, menjadi bahan bakar cair,” ujarnya.
menjadi bahan bakar
Proses itu memerlukan banyak energi listrik, yang agar ekonomis harus datang dari sumber rendah biaya, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir.

Bahan bakar baru itu berhasil diuji untuk sebuah pesawat model bermesin dua tak. Untuk sementara, pembuatannya memerlukan listrik dua kali lipat dari yang dapat diproduksi bahan bakar itu, namun para peneliti berharap dapat menurunkan rasio itu.

Willauer mengatakan proses baru itu tidak akan meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer, yang menyumbang kepada pemanasan global.

Para peneliti berharap pabrik industrial skala kecil dapat mengubah air laut menjadi bahan bakar dalam 15 tahun mendatang. Hmm.. lama juga ya??

Sumber




Atom ion dan molekul

ATOM, ION DAN MOLEKUL

TEORI ATOM

Menurut Democritus, materi tersusun dari partikel-partikel kecil yang disebut atom. Sedangkan menurut John Dalton, bahwa setiap unsur tersusun dari partikel-partikel kecil yang disebut atom. Senyawa adalah materi yang tersusun oleh paling sedikit 2 jenis atom dari unsur yang berbeda dengan perbandingan yang tetap dan tertentu. Atom tidak dapat dimusnahkan.

PARTIKEL SUBATOMIK

  1. Elektron ditemukan oleh J.J. Thompson. Elektron bermuatan negatif ( – ), terletak diantara muatan positif yang tersebar merata dalam atom yang berbentuk bulat.
  2. Proton ditemukan oleh Ernest Rutherford. Proton bermuatan positif (+ )
  3. Neutron ditemukan oleh James Chadwick, di dalamnya terdapat muatan netral/ neutrn ( 0 ).

STRUKTUR ATOM MODERN

Atom mempunyai inti yang terletak di tengah yang terdiri dari proton dan neutron. Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan kecepatan cahaya. Sebagian atom adalah ruang kosong.

ION

Ion merupakan atom yang kehilangan/mendapat elektron dari atom lain. Ion positif (kation) merupakan atom yang kehilangan electron. Ion negative (anion) merupakan atom yang mendapat elektron. Ion monoatomik adalah ion yang terdiri dari satu atom saja. Sedangkan ion poliatomik merupakan ion yang terdiri dari beberapa atom.

MOLEKUL

Molekul merupakan gabungan 2 atom atau lebih dengan suatu ikatan kimia. Molekul unsur merupakan molekul yang terdiri dari atom-atom yang sama. Molekul senyawa merupakan molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda. Molekul diatomik merupakan molekul yang terdiri dari 2 atom saja. Sedangkan molekul poliatomik terdiri dari 3 atom atau lebih.

[spacer height=”20px”]




Zat aditif dan psikotropika

 ZAT ADITIF DAN PSIKOTROPIKA

Zat aditif merupakan zat yang dapat menimbulkan efek kecanduan. Zat psikotropika adalah zat yang dapat menyebabkan perubahan mental.

ROKOK DAN DAMPAK NEGATIFNYA
Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok, tetapi tidak menghisap rokok. Perokok aktif aktif adalah orang yang menghisap rokok. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

DAMPAK NEGATIF MINUMAN KERAS
Mengganggu sistem saraf, merusak otot jantung, mabok, pembuluh darah pada kulit membesar, kanker lidah, iritasi usus, dehidrasi, dan pernafasan tiba-tiba berhenti.

DAMPAK NEGATIF ZAT PSIKOTROPIKA
Obat stimulant akan merangsang sistem saraf, membuat pengguna lebih percaya diri dan waspada. Obat depresan akan memperlambat system saraf, membuat pengguna mengantuk dan tingkat kesadaran menurun.Obat halusinogen akan membuat pengguna berhalusinasi dan mendapat sensasi yang tidak biasanya.

PEMANFAATAN ZAT PSIKOTROPIKA DALAM KESEHATAN
Zat psikotropika biasanya di dalam ilmu kesehatan dipakai sebagai obat pembius atau mengurangi rasa sakit




Bahan kimia dalam makanan

BAHAN KIMIA DALAM MAKANAN

Fungsi Zat Aditif

Funsi zat aditif adalah menambah nilai gizi, memperbaiki penampilan, menambah cita rasa pada makanan, mengawetkan makanan dan mengentalkan makanan.

  1. BAHAN PENAMBAH NILAI GIZI
    Vitamin A, C, D, zat besi, dan kalsium.
  2. BAHAN PEWARNA
    Pewarna alami adalah daun suji, kunyit, wortel, dan lain-lain. Pewarna buatan adalah sunset yellow, eritrosin dan tartazine.
  3. BAHAN PEMANIS
    Pemanis alami adalah gula. Pemanis buatan adalah sakarin, siklamat, aspartame dan sorbitol. Pemanis untuk penderita.
  4. BAHAN PENGAWET
    Pengawet alami adalah gula, garam, dan asam cuka. Pengawet buatan adalah BHA, BHT, asam sitrat, asam sorbet, dan asam etanoat.
  5. BAHAN PENYEDAP RASA
    Garam dapur dan MSG

[spacer height=”20px”]




Bahan Kimia Di Sekitar Kita

Bahan Kimia Di Sekitar Kita

  1. BAHAN PEMBERSIH
    Pembuatan sabun melalui reaksi penyabunan (saponifikasi). Dalam reaksi ini, lemak dan minyak direaksikan dengan larutan natrium hidroksida/kalium hidroksida. Deterjen ada yang mengandung anti redoposisi, yaitu noda yang sudah lepas tidak dapat menempel kembali.Di dalam shampo terdapat natrium dodesil sulfat untuk mengikat kotoran, zinc pyrithione dan selenium sulfide untuk menghilangkan ketombe.Di dalam pasta gigi juga terdapat natrium dedosil sulfat dan bahan abrasif. Flourin berfungsi untuk menguatkan email gigi.Pembersih kaca bahan kimianya adalah isopropyl alcohol. Sedangkan pembersih oven bahan kimianya adalah natrium hidroksida.
  2. BAHAN PEMUTIH
    Umumnya mengandung larutan natrium hipoklorit
  3. BAHAN PEWANGI / PENGHARUM
    Geraniol untuk aroma mawar, citrol untuk aroma lemon, irone untuk aroma violet, sedangkan jasmone untuk aroma melati.
  4. BAHAN PEMBASMI SERANGGA
    DDT, aldrin, dioldrin dan endrin merupakan bahan pembasmi serangga. Sedangkan transfultrin dan propoksur merupakan bahan pembasmi nyamuk.
  5. PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN KIMIA
    Bahan kimia dapat menyebabkan pencemaran di sungai dan danau, eutrofikasi, dan sebagian dapat bersifat racun.

     




tes latex

[latexpage]
At first, we sample $f(x)$ in the $N$ ($N$ is odd) equidistant points around $x^*$:
\[
f_k = f(x_k),\: x_k = x^*+kh,\: k=-\frac{N-1}{2},\dots,\frac{N-1}{2}
\]
where $h$ is some step.
Then we interpolate points $\{(x_k,f_k)\}$ by polynomial
\begin{equation} \label{eq:poly}
P_{N-1}(x)=\sum_{j=0}^{N-1}{a_jx^j}
\end{equation}
Its coefficients $\{a_j\}$ are found as a solution of system of linear equations:
\begin{equation} \label{eq:sys}
\left\{ P_{N-1}(x_k) = f_k\right\},\quad k=-\frac{N-1}{2},\dots,\frac{N-1}{2}
\end{equation}
Here are references to existing equations: (\ref{eq:poly}), (\ref{eq:sys}).
Here is reference to non-existing equation (\ref{eq:unknown}).

\[
\quicklatex{color=”#00ff00″ size=25}
\boxed{f(x)=\int_1^{\infty}\frac{1}{x^2}\,\mathrm{d}x=1}
\]

\begin{tikzpicture}
[+preamble]
\usepackage{pgfplots}
\pgfplotsset{compat=newest}
[/preamble]
\begin{axis}
\addplot3[surf,domain=0:360,samples=40] {cos(x)*cos(y)};
\end{axis}
\end{tikzpicture}

[spacer height=”20px”]

wordpress ini menggunakan  plugin wp-quicklatex

[spacer height=”20px”]
[spacer height=”20px”]

Creating Flowcharts with TikZ

 




Kinerja Ilmiah

Kinerja Ilmiah

A Kerja Ilmiah

Jika seseorang ingin mengetahui sesuatu melalui pengamatan, tidak akan berhasil baik apabila pengamatan yang dilakukan tanpa melalui langkah atau metode yang terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik. Biotik adalah bagian alam yang bersifat hidup, sedangkan abiotik adalah benda alam yang bersifat mati.Langkah atau metode yang paling tepat digunakan di dalam pengamatan yaitu metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu perangkat untuk memecahkan masalah, mengetahui penyebab sehingga memiliki kesimpulan yang dapat masuk akal dan dapat dipercaya. Untuk itu, metode ilmiah dan bersikap ilmiah digunakan seseorang dalam melakukan pengamatan. adapun langkah-langkah metode ilmiah, sebagai berikut:

  1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah.
  2. Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah.
  3. Menyusun dugaan atau hipotesa untuk memperoleh jawaban sementara.
  4. Menguji dugaan dengan mengadakan percobaan atau eksperimen.
  5. Menarik kesimpulan.
  6. Menguji kesimpulan dengan mengulang percobaan.

Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang pengamat antara lain, sebagai berikut:

  1. Mencintai kebenaran
    Sikap ini mendorong seseorang berlaku jujur dan obyektif.
  2. Tidak purba sangka
    Tidak berpikir secara prasangka tidak baik dan tidak masuk akal.
  3. Bersifat toleran terhadap orang lain
    Pengetahuan tidak mutlak sempurna, maka menghargai pendapat orang
    lain dapat digunakan untuk memperbaiki, melengkapi, menyempurnakan
    pengetahuan dan tidak memaksa orang lain.
  4. Ulet
    Tidak putus asa dan selalu berusaha untuk mencari kebenaran walaupun sering tidak memperoleh apa-apa.
  5. Teliti dan hati-hati
    Teliti dalam melakukan sesuatu dan hati-hati dalam mengambil kesimpulan dan mengeluarkan pendapat.
  6. Ingin tahu
    Rasa ingin tahu merupakan titik awal dari pengetahuan dengan didorong untuk ingin tahu lebih banyak dalam melakukan sesuatu.
  7. Optimis
    Selalu optimis karena terbiasa dengan percobaan atau eksperimen.

Dalam eksperimen terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan. Faktor-faktor tersebut dinamakan variabel. erdapat empat macam variabel, yaitu :

  1. Variabel bebas atau variabel manipulatif
    Variabel bebas adalah faktor yang sengaja dibuat berbeda atau diubah.
  2. Variabel terikat atau variabel respon
    Variabel terikat adalah variabel yang diperoleh oleh variabel lain.
  3. Variabel kontrol
    Variabel kontrol adalah yang harus dikendalikan.
  4. Variabel pengganggu
    Variabel pengganggu adalah faktor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan, tetapi tidak dapat diperkirakan sebelumnya.Dari pengamatan yang dilakukan, diperoleh hasil yang disebut data.
    Terdapat dua (2) macam data, yaitu:

    1. Data kualitatif yaitu data yang disajikan tidak dalam bentuk angka.
    2. Data kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka.

Hasil dan kesimpulan dari percobaan atau pengamatan dilaporkan dalam suatu jurnal yang disebut jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah adalah majalah yang memuat artikel atau tulisan yang berisi laporan hasil penelitian.
Bentuk jurnal ilmiah beragam, ada yang terbit mingguan, bulanan atau tiga bulan sekali. Dengan berkembangnya IPTEK jurnal ilmiah dapat dilihat melalui internet.

B Mikroskop

Pada abad ke-16 berkat penemuan seorang ilmuwan, makhluk hidup yang tidak dapat terlihat menjadi miroskopdapat terlihat dengan menggunakan suatu alat. Alat tersebut ialah mikroskop, yang memungkinkan seseorang dapat mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop yang sering digunakan di sekolah.adalah mikroskop monokuler atau cahaya (latin : mono = satu; oculus = mata). Mikroskop ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda yang diamati. Benda atau obyek yang akan diamati dengan mikroskop ini, harus memiliki ukuran yang kecil, tipis sehingga dapat ditembus cahaya.

  1. Bagian mekanik
    Pada bagian mekanik terdiri dari:

    1. Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga mikroskop.
    2. Pilar atau sendi inklinasi sebagai penghubung antara kaki dengan lengan mikroskop.
    3. Pengatur kondensor berfungsi untuk menarik turunkan kondensor.
    4. Kondensor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke benda yang sedang diamati
    5. Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan mikroskop.
    6. Engsel penggerak berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop
    7. Meja preparat berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati.
    8. Penjepit preparat atau pemegang sediaan berfungsi untuk menjepit preparat yang akan diamati agar tidak bergeser.
    9. Tabung berfungsi menghubungkan antara lensa objektif dan lensa okuler.
    10. Revolver berfungsi untuk menempatkan lensa objektif.
    11. Sekrup pemutar kasar berfungsi untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.
    12. Sekrup pemutar halus berfungsi untuk menggerakkan tabung ke arah atas dan bawah secara lambat. Alat ini dipakai jika objek telah terfokus dengan memutar pemutar kasar.
  2. Bagian optik
    Pada bagian optik terdiri dari:

    1. Dua buah cermin, yaitu sebuah cermin datar dan sebuah cermin cekung. Fungsi cermin adalah untuk mencari, mengumpulkan, dan mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung untuk sumber
      cahaya yang kurang terang .
    2. Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.
    3. Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada revolver.
    4. Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada bagian atas tabung.

Bagaimanakah cara menggunakan mikroskop dengan benar? Untuk dapat menggunakan mikroskop dengan benar perhatikan langkahlangkah sebagai berikut:

  1. Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaranUntuk menghasilkan lapang pandang adalah dengan mengatur cermin sambil melihat lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma, sehingga menghasilkan pemantulan yang optimal. Bagian yang terang berbentuk bulat dinamakan lapang pandang.
  2. Mengatur fokus mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah Letakkan preparat di atas meja preparat, dijepit dengan penjepit sambil mengamati mikroskop dari samping tabung mikroskop diturunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati hingga lensa objektif tidak menyentuh preparat. Kemudian lihatlah melalui lensa okuler dan dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop sehingga objek terlihat jelas. Setelah objek tampak, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang sehingga mendapatkan bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop diperoleh dengan cara mengalikan angka pada lensa objektif dengan angka yang tertera pada lensa okuler. Misalnya 5x lensa objektif 10x lensa okuler maka perbesarannya 50x.
  3. Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) Untuk memperoleh bayangan, dapat dilakukan dengan mengubah lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dengan yang lebih kuat. Misalnya lensa objektif perbesaran 5x dapat diganti dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver sampai terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang agar diperoleh objek yang lebih jelas.
  4. Mengatur Mikroskop dengan posisi disimpan Setelah mikroskop selesai digunakan, aturlah mikroskop dengan posisi siap disimpan dengan cara sebagai berikut :
    1. Tabung mikroskop dinaikkan.
    2. Preparat diambil.
    3. Lensa objektif terlemah diturunkan serendah-rendahnya diputar persis sampai lubang meja mikroskop.
    4. Diafragma ditutup kembali.
    5. Kondensor diturunkan dan cermin dalam posisi tegak.
    6. Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikrokop dan topang kaki mikroskop dengan tangan kiri kemudian masukkan ke tempatnya dan dikunci. Cara membuat preparat:
      1. Membuat preparat tanpa penyayatan:
        Untuk membuat preparat basah tanpa penyayatan, misalnya pada waktu pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air. Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan pipet tetes dan tempatkan pada kaca obyektif dan tutup dengan kaca penutup, amati dengan mikroskop.
      2. Membuat preparat dengan penyayatan: Membuat preparat pada organ tubuh organisme, misalnya penampang daun, batang, akar, otot dan lain-lain Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk membuat sayatan yang baik dan tipis dengan alat yang disebut mikrotom, tetapi bila tidak mempunyai mikrotom dapat dengan menggunakan silet yang tajam.
C Keselamatan Kerja
  1. Alat dan bahan laboratorium
    Di dalam laboratorium terdapat beberapa jenis alat dan bahan, serta perlengkapan laboratorium lainnya. Pengadaan alat dan bahan harus diperlakukan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan alat dan bahan laboratorium didasarkan pada tujuan yang hendak dicapai.
    Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen dan penelitian. Bahan adalah suatu benda yang diteliti atau diuji dalam praktikum dan eksperimen. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan terhadap alat dan bahan yang digunakan? Untuk mencegah terjadinya bahaya dari alat dan bahan yang digunakan, maka perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:

    1. Biasakan membawa peralatan dari kaca dengan sikap vertikal dengan menggunakan kedua tangan, dan jangan dijinjing.
    2. Gunakan pipet isap atau tekan karet dengan pijitan.
    3. Jangan menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, terutama ketika atau selesai dipanaskan.
    4. Jangan menghadapkan mulut tabung reaksi yang sedang atau setelah dipanaskan ke arah tubuh orang lain.
    5. Perhatikan penggunaan alat yang terbuat dari kaca dalam kegiatan pemanasan. Kaca yang tahan panas adalah pyrex.
    6. Pahami secara betul dalam memperlakukan bahan-bahan terutama bahan kimia.
    7. Jangan meletakkan botol yang berisi bahan kimia langsung terkena sinar matahari.
    8. Alat yang berputar kuat letakkan pada tempat yang kokoh.
  2. Bahan-bahan Kimia Yang Berbahaya
    Terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, antara lain :

    1. Aluminium sulfat (AlSO4)
      Berbentuk kristal berwarna putih, larut dalam air. Aluminium sulfat digunakan sebagai pengganti tawas.
    2. Amoniak pekat (NH4OH)
      Larutan pekat gas amoniak dalam air, jika terkena kulit dan mata dapat menyebabkan iritasi. Dalam wujud uap dapat mengganggu alat pernafasan. Amoniak pekat jika tertelan sangat berbahya.
    3. Asam sulfat (H2SO4)
      Asam sulfat merupakan zat cair tak berwarna, beracun dan sangat korosif. Asam sulfat dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, mata,dan dapat merusak pakaian.
    4. Asam klorida (HCl)
      Asam klorida merupakan zat cair, bersifat racun, korosif, dan dalam wujud uap dapat merusak kulit, mata, dan alat pernafasan.
    5. Etanol (C2H3OH)
      Etanol sering disebut alkohol. Etanol mempunyai sifat mudah terbakar dan digunakan sebagai pelarut.
    6. Formalin 40% (HCHO)
      Formalin bersifat racun, baik berwujud cair maupun gas. Formalin digunakan untuk membunuh hama.
    7. Klorofrom (CHCl3)
      Kloroform merupakan zat cair tak berwarna dan bersifat beracun. Kloroform digunakan sebagai obat bius dalam laboratorium.
    8. Metilin Biru
      Metilin berwujud zat padat berwarna biru tua. Bahan kimia ini digunakan sebagai pewarnaan inti sel.
    9. Natrium hidroksida (NaOH)
      Natrium hidroksida merupakan zat padat berwarna putih, mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Natrium hidroksida termasuk bahan berbahaya yang dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata.
    10. Kobalt klorida (CoCl6H2O)
      Kobalt klorida merupakan zat padat, kristal berwarna merah, sangat mudah menyerap air, dan dapat mengikat uap air. Kobalt klorida digunakan untuk menguji kelembaban udara.
    11. Natrium Klorida (NaCl)
      Natrium klorida merupakan zat padat berwarna putih, berbentuk kristal. Natrium klorida disebut juga garam dapur.
  3. Simbol-Simbol Keselamatan Kerja
    Terdapat bahan-bahan kimia yang bersifat berbahaya. Agar dapat dikenali, maka diberi simbol. Simbol yang diberikan menunjukkan sifat dari bahan kimia yang terdapat di dalamnya :

    1  beracun Beracun
    2 berbahaya Berbahaya
    3 explosif Explosif
    4 iritasi Iritasi
    5 korosif Korosif
    6 mudah menyala Mudah menyala
    7 radio aktif Radio Aktif




Reaksi kimia

Reaksi kimia

A Persamaan Reaksi

Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisien masing-masing. Pada reaksi kimia, satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat jenis baru. Zat–zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan), sedangkan zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). John Dalton mengemukakan bahwa, jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antara kedua zat berubah. Perubahan yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi dinamakan persamaan reaksi. Misal, reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air dapat dijelaskan sebagai berikut:

2H2 (g) + O2(g) → 2H2O( Ι )

Lambang-lambang yang digunakan dalam persamaan reaksi, antara lain:

→ menghasilkan
+ ditambah
(s) solid (padatan)
(g) gas
( Ι ) liquid (cairan)
( aq) aquous (terlarut dalam air)

Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi tersebut dinamakan koefisien reaksi. Pada contoh di atas dapat dijelaskan bahwa koefisien hidrogen adalah 2, koefisien oksigen adalah 1, dan koefisien air adalah 2.

Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam dua langkah sebagai berikut:

  1. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujudnya.
  2. Penyetaraan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai dengan jumlah atom setiap unsur sama pada kedua rumus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persamaan reaksi, yaitu:

  1. Koefisien
    Angka yang berada di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi disebut koefisien. Tiap koefisien dalam persamaan tersebut mewakili jumlah unit tiap-tiap zat dalam reaksi
  2. Langkah-langkah Menyetarakan Reaksi Kimia Penyetaraan persaman reaksi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
    1. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya yang memiliki rumus
    2. paling kompleks sama dengan satu, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara berupa huruf.
    3. Terlebih dahulu setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.
    4. Setarakan unsur yang lain.

 

B Macam Reaksi Kimia

Untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan reaksi kimia, maka dikelompokkan reaksi kimia tersebut berdasarkan kesamaan yang dimiliki. Salah satu sistem klasifikasi di dasarkan pada cara atom tersusun kembali dalam reaksi kimia, antara lain:

  1. Reaksi Penggabungan
    Dalam reaksi penggabungan dua atau lebih zat tergabung membentuk zat lain. Rumus umum reaksi penggabungan sebagai berikut :

    A + B→ AB

    Contoh
    Reaksi antara hidrogen dengan oksigen membentuk air merupakan reaksi penggabungan.

    2H2(g) + O2(g) →2H2O(l)

     

  2. Reaksi Penguraian
    Reaksi penguraian merupakan reaksi kebalikan daripada reaksi penggabungan. Dalam reaksi ini satu zat terpecah atau terurai menjadi dua atau lebih zat yang lebih sederhana. Sebagian besar reaksi ini membutuhkan energi berupa kalor, cahaya, dan listrik. Rumus umum reaksi penguraian sebagai berikut :

    AB→A + B

    Contoh
    Reaksi penguraian air oleh listrik menghasilkan hidrogen dan oksigen.listrik
    2H2O( )→ 2H2(g) + O2(g)

  3. Reaksi Penggantian
    Reaksi penggantian tunggal terjadi, bila satu unsur menggantikan unsur lain dalam satu senyawa. Untuk menyelesaikan persamaan reaksi penggantian terdapat dua persamaan, yaitu :

    1. Pada persoalan, A menggantikan B sebagai berikut:
      A + BC → B + AC
    2. Pada persoalan, D menggantikan C sebagai berikut:
      D + BC → C + BD

      Contoh
      Sebuah kawat tembaga dimasukkan ke dalam larutan perak nitrat.Tembaga lebih aktif daripada perak, maka tembaga menggantikan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat berwarna biru. Reaksi antara tembaga dengan perak nitrat, sebagai berikut :

      Cu(s) + 2AgNO3(aq)→ 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq)
C Ciri Reaksi Kimia
  1. Terbentuknya Endapan
    Kalau kita amati dasar panci yang dipakai untuk merebus air, apakah terdapat sesuatu yang menempel pada panci tersebut? Zat tersebut adalah senyawa karbonat yang terbentuk saat air yang mengandung kapur di panaskan.
  2. Menghasilkan Gas
    Coba kita lihat Perkerja las yang sedang mengelas logam, Karbit yang dicampur dengan air, akan bereaksi menghasilkan gas karbit. Gas karbit digunakan untuk keperluan penyambungan logam dengan cara pengelasan.
  3. Perubahan Suhu
    Apa yang dapat kamu amati, saat api unggun dinyalakan ? Reaksi pembakaran merupakan reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dapat berupa panas atau kalor. Pada peristiwa fotosintesis terjadi reaksi kimia yang memerlukan energi. Reaksi kimia yang memerlukan energi dinamakan reaksi endoterm. Agar kamu dapat memahami perubahan suhu akibat reaksi kimia.
D Faktor yang Mempengaruhi Reaksi
  1. Ukuran Partikel
    Tumbukan antar zat pereaksi dapat mengakibatkan reaksi kimia pada suatu zat. Semakin banyak terjadi tumbukan, semakin cepat reaksi berlangsung. Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan reaksi suatu zat.
  2. Suhu
    Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat reaksi berlangsung. Jika suhu dinaikkan akan menyebabkan gerakan partikel-partikel pereaksi semakin cepat. Semakin cepat pergerakan partikel menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak, sehingga reaksi yang terjadi menjadi cepat.




Perubahan zat

Perubahan zat

A Sifat Zat
  1. Sifat fisika
    Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut, dinamakan sifat fisika. Sifat fisikasuatu benda, antara lain:

    1. Wujud Zat
      Tiga macam wujud zat yang kita kenal adalah : padat, cair dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal. Zat memiliki titik didih dan titik lebur yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis zat. Titik didih air pada tekanan udara normal (76 cmHg) adalah 1000C, sedangkan bensin kurang lebih 800C.
    2. Warna
      Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain– lain.
    3. Kelarutan
      Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air. Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika.
    4. Daya hantar listrik
      Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat kamu amati adalah lampu dapat menyala. Daya hantar listrik merupakan sifat fisika.
    5. Kemagnetan
      Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir. Pemisahan campuran ini tidak dapat dilakukan dengan penyaringan atau pengayakan. Cara yang lebih mudah adalah dengan mendekatkan sebuah magnet pada campuran tersebut. Serbuk besi termasuk bahan magnetik, maka akan tertarik pada magnet tersebut. Perbedaan fisika seperti ketertarikan suatu benda pada sebuah magnet dapat digunakan untuk memisahkan suatu zat dalam campuran. Coba kamu kumpulkan beberapa informasi yang lain, tentang sifat fisika suatu benda!
  2. Sifat Kimia
    Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Perhatikan logam-logam yang berada di sekitarmu, apakah semua dapat bereaksi dengan oksigen? Besi termasuk zat yang mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga dapat mengakibatkan besi berkarat. Berikut ini beberapa contoh sifat kimia yang dimiliki suatu benda, yaitu:

    1. Mudah terbakar
      Pernahkah kamu memperhatikan, mengapa di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“? Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen bahwa, bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.
    2. Busuk dan asam Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
    3. Berkarat
      Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat. Terdapat benda-benda yang tidak dapat berkarat, seperti: plastik dan kaca. Berkarat merupakan sifat kimia, sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru.
    4. Mudah meledak
      Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.
    5. Racun
      Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.
B Perubahan Fisika

Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna berubah.

C Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Pernahkah kamu membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas tersebut habis terbakar? Terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain. Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.

D Pemisahan Campuran

Pernahkah kamu berpikir, apakah minyak yang berada dalam sumur minyak sudah berwujud cair? Mengapa minyak goreng yang tercampur dengan air bila dipanaskan akan menimbulkan percikan-percikan? Nah, simak penjelasan berikut ini! Setiap zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Keberadaan partikel-partikel dapat dibuktikan, misal satu sendok garam dapur dilarutkan dalam segelas air. Apa yang dapat kamu rasakan saat larutan tersebut dicicipi? Terasa asin bukan? Bagaimanakah kita dapat memperoleh garam yang sudah dilarutkan dalam air? Coba kamu panaskan larutan garam tersebut sampai mendidih, sehingga semua air menguap. Kamu akan mendapatkan kembali garam dapur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemisahan campuran dapat dilakukan didasarkan pada perbedaan titik didih antara partikel-partikel penyusunnya. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  1. Penyaringan (filtrasi)
    Pernahkah kamu melihat buruh bangunan yang sedang melakukan pemisahan antara pasir dengan kerikil? Tahukah kamu mengapa setelah kelapa diparut harus diremas-remas sembari ditambahkan air? Pemisahan pasir dengan kerikil dan pemisahan air dengan parutan kelapa bertujuan untuk memisahkan zat-zat yang dicampur dalam campuran tersebut. Partikel yang mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos dari saringan sedangkan yang berukuran besar akan tertahan pada saringan. Mengapa air sumur tampak jernih meskipun hujan turun?Peristiwa alam turunnya hujan ke bumi akan mengalir ke tempat yang lebih rendah di permukaan bumi dengan membawa zat-zat lain.Air yang meresap ke dalam tanah melalui celah-celah kecil, danmengalami penyaringan oleh lapisan tanah, sehingga dihasilkan sumber air yang jernih. Dalam kegiatan laboratorium pemisahan campuran dapat dilakukan dengan menggunakan kertas saring.Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat yang akan dipisahkan. Pemisahan campuran dengan memperhatikan perbedaan kelarutan juga dapat dilakukan dengan penyaringan (filtrasi). Contoh,kita hendak memisahkan campuran garam dan pasir. Langkah yang
    kita tempuh adalah memberikan air pada campuran tersebut. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat yang memiliki sifat terlarut. Dalam hal ini garam dapat dilarutkan oleh air, sedangkan pasir tidak. Melalui proses penyaringan pasir akan tertinggal, sedangkan air garam lolos dari saringan tersebut. Zat yang tertahan dan tertinggal di kertas saring disebut residu. Cairan yang dapat lolos dari kertas saring dinamakan filtrat. Agar kamu dapat lebih memahami peristiwa penyaringan (filtrasi).
  2. Penyulingan (destilasi)
    Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang didasarkan pada perbedaan titik didih zat. Proses pemisahan campuran dengan cara penyulingan dilakukan dengan dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan
    Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi, antara lain: memperoleh bensin dari campuran antara air dan bensin, memperoleh air murni dari campuran air yang sudah terkotori zat padat yang larut didalamnya, memperoleh air dari campuran air dan garam.
  3. Kristalisasi
    Zat padat tidak dapat dipisahkan dari larutan dengan cara disaring. Zat padat, seperti gula dan garam yang terlarut dalam air dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara penguapan dan terjadi kristalisasi. Petani garam mendapatkan garam dengan cara menguapkan air laut. Bagaimanakah cara petani garam mendapatkan garam dari air laut? Air laut dialirkan menuju ke tambak-tambak yang dibuat dipinggir pantai. Aliran air laut ini dapat terjadi karena salah satu peristiwa alam, yaitu pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan. Setelah air laut terjebak dalam tambak-tambak, selanjutnya proses penguapan terjadi dengan bantuan sinar matahari. Air yang terkandung dalam air laut akan menguap, sehingga terbentuklah kristal garam.
  4. Sublimasi
    Pemisahan campuran dengan sublimasi dilakukan pada zat-zat yang dapat menyublim. Sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat menjadi gas atau sebaliknya. Zat yang dapat menyublim, antara lain: kapur barus, iodin, kafein dan lain-lain.
  5. Kromatografi
    Proses pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang dicampur pada suatu medium disebut kromatografi. Kegiatan yang dapat kamu lakukan, misal bagaimana memisahkan campuran warna hitam ? Tinta hitam merupakan campuran beberapa warna. Pemisahan warna hitam menjadi warna-warna penyusunnya dapat dilakukan dengan kromatografi.

PEMANFAATAN METODE PEMISAHAN

Pada proses pemisahan suatu campuran ada yang memerlukan metode pemisahan, ada pula yang dikombinasi lebih dari saru jenis metode. Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan metode pemisahan dengan menggunakan metode pemisahan tertentu.

  1. Pemurnian Garam Dapur
    Air laut banyak mengandung mineral terutama garam dapur (NaCl). Petani garam dapur memisahkan garam dapur dengan menjemur air laut pada sebuah bangunan yang datar dan lapang. Garam yang diperoleh, kemudian diolah di industri untuk dicuci dan ditambah iodium.
  2. Pemurnian Air Minum
    Air adalah sumber kehidupan. Air selalu diperlukan dalam setiap bidang kehidupan kita.bagi penduduk Indonesia, tidak sulit untuk mendapatkan air tawar, namun di daerah timur tengah sulit untuk mendapatkan air tawar. Mereka melakukan penyulingan (destilasi) untuk memperoleh air tawar secara besar-besaran.




Konsep Zat

Konsep Zat

A Wujud Zat

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.

Apakah benda-benda memerlukan tempat? Misal tersedia air yang berada di dalam gelas. Tuanglah air tersebut ke dalam kaleng. Apakah air menempati kaleng? Ternyata air memerlukan tempat atau wadah. Selanjutnya jika air dalam wadah itu ditimbang ternyata memiliki massa. Demikian halnya dengan udara ternyata juga menempati ruang dan memiliki massa. Di sekitarmu terdapat benda-benda yang dapat kamu kelompokkan kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti besi, kayu, aluminium termasuk zat padat. Air, minyak termasuk zat cair, sedangkan gas elpiji, udara termasuk zat gas. Pada prinsipnya terdapat tiga wujud zat yaitu : zat padat, zat cair dan zat gas.

  1. Perubahan Wujud Zat
    Selepas kamu melakukan kegiatan olah raga tentu akan merasakan haus. Diantara teman kamu mengajak pergi ke kantin sekolah untuk membeli es teh. Tahukah kamu bagaimana cara membuat es?  Ketika air dimasukkan ke dalam freezer akan mengalami perubahan wujud yaitu dari cair menjadi padat. Dapatkah kamu menjelaskan perubahan wujud yang terjadi ketika air dipanaskan kemudian mendidih? Perubahan wujud apa pula yang terjadi pada kapur barus yang dimasukkan pada almari pakaian? Coba kamu temukan jawabannya!
    Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai berikut.
  1. Membeku
    Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
  2. Mencair
    Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
  3. Menguap
    Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
  4. Mengembun
    Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
  5. Menyublim
    Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
  6. Mengkristal
    Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
B Teori Partikel Zat

Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yang masih memiliki sifat zat itu.

Atom adalah partikel yang sangat kecil penyusun suatu benda. Zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Partikel-partikel itu yang dinamakan molekul. Mengapa zat mempunyai bentuk tetap? Mengapa zat cair mempunyai bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan wadahnya? Bagaimana bentuk zat gas? Untuk lebih jelasnya ikuti penjelasan berikut ini.

  1. Partikel Zat dapat Bergerak
    Ternyata saat minyak wangi belum disemprotkan kamu tidak akan mencium aroma minyak wangi itu. Tetapi setelah disemprotkan kamu dapat mencium aroma minyak wangi itu. Hal ini membuktikan sekaligus menunjukkan bahwa zat gas memiliki jarak antarpartikel lebih jauh dan bergerak bebas. Bagaimana jarak antarpartikel untuk zat padat dan zat cair? Simak penjelasan berikut!
  2. Susunan dan Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat
    1. zat padat
      ZAT PADATZat padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap.Bentuknya tetap dikarenakan partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur dan mempunyai gaya tarik antar partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja.
    2. Zat cair
      ZAT CAIRZat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
    3. zat gas
      zat gasZat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikelpartikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
  3. Menjelaskan Perubahan Wujud Zat Berdasarkan Teori Partikel
    Saat zat padat dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat padat bergerak lebih cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari padat menjadi cair
    .
    Bila zat cair dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat cair bergerak cepat dan gaya tarik antar partikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari cair menjadi gas. Bagaimana dengan zat gas? Coba kamu cari jawabannya! Perubahan wujud zat terjadi akibat perubahan gerak partikel.
C Kohesi dan Adhesi

Pernahkah kamu mencoba memasukkan uang logam ke dalam gelas yang berisi penuh air? Berapa banyak uang logam yang dapat kamu masukkan ke dalam gelas tersebut? Apa yang terjadi?

Untuk dapat memahami peristiwa tersebut simak penjelasan berikut tentang kohesi dan adhesi.

Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel zat sejenis. Adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis. Cembung dan cekungnya permukaan zat cair dalam tabung disebut meniskus.

Teteskan air raksa di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk raksaitu? Ternyata

setetes air raksa itu berbentuk bola dan tidak membasahi permukaan kaca. Mengapa dapat terjadi? Karena kohesi air raksa lebih besar daripada adhesi air raksa dengan permukaan kaca. Teteskan air di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk air itu? Ternyata setetes air itu menyebar dan membasahi permukaan kaca. Mengapa dapat terjadi? Karena kohesi air lebih kecil daripada adhesi air dengan permukaan kaca. Mengapa tinta dapat untuk menulis di kertas? Coba terangkan berdasarkan kohesi dan adhesinya!

D Massa Jenis

Untuk menentukan massa jenis suatu zat dapat dilakukan dengan melakukan membagi massa zat dengan volume zat. Jika massa jenis zat ρ (baca rho), massa zat m dan volume zat V maka diperoleh persamaan:

$latex \rho=\frac{m}{v}$

Keterangan:
$latex \rho$ = massa jenis zat (Kg/m3)
m = massa zat (kg)
V = volume zat (m3)

Perbandingan antara massa zat dengan volume zat disebut massa jenis. Massa jenis menunjukkan kerapatan suatu zat. Apakah massa jenis untuk semua zat berbeda memiliki massa jenis yang sama? Coba kamu cari jawabannya!

 
      MassaJenis
Kg/m 3g/cm 3
1Air (4 0 C )119Seng7.14714
2Alkohol7907910Es92092
3Air raksa13.6136011Gula1600160
4Aluminium2.727012Garam2200220
5Besi7.979013Kaca2600260
6Emas19.3193014Tembaga8900890
7Kuningan8.484015Minyak tanah80080
8Platina10.5105016Oksigen1313

Perbandingan antara massa zat dengan volume zat disebut massa jenis.Massa jenis menunjukkan kerapatan suatu zat

Berikut beberapa hal tentang massa jenis suatu zat.

  1. Satuan Massa Jenis
    Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3. Bagaimana caramengubah satuan massa jenis kg/m3 menjadi g/cm3 ataupun sebaliknya? Tentu kamu dapat melakukannya dengan cara sebagai berikut.
    Misalnya massa jenis air 1000 kg/m3. Konversikan ke dalam g/cm3

    [latexpage]$1000 \frac{kg}{m^{3}}=0.001 \frac{g}{cm^{3}}$
  2. Menentukan Massa Jenis Zat Padat
    1. Bentuknya teratur
      Langkah yang harus dilakukan adalah mengukur massa zat dengan menggunakan neraca atau timbangan. Volume zat dapat dihitung menggunakan rumus berdasarkan bentuknya misalnya,kubus, balok. Langkah terakhir menentukan massa jenis zat dengan membagi massa zat dengan volume zat.
    2. Bentuknya tidak teratur
      Misalnya yang hendak kamu ketahui adalah massa jenis batu.Langkah yang harus kamu lakukan sebagai berikut :

      1. Timbanglah batu dengan menggunakan neraca untuk mengetahui massa batu. Catat hasil pengukuranmu!
      2. Sediakan gelas ukur dan tuangkan air ke dalam gelas ukur tersebut. Catat volumenya, misal V1 = 50 ml.
      3. Masukkan batu yang hendak kamu ketahui volumenya ke dalam gelas ukur yang berisi air. Catat kenaikan volume airnya, misalnya V2 = 70 ml.
      4. Volume batu = V2 – V1
      5. Massa jenis zat merupakan hasil bagi massa zat dengan volume zat.
    3. Menentukan Massa Jenis Zat Cair
      Massa jenis zat cair dapat diukur langsung dengan menggunakan hidrometer. Hidrometer memiliki skala massa jenis dan pemberat yang dapat mengakibatkan posisi hidrometer vertikal. Cara mengetahui massa jenis zat cair adalah dengan memasukkan hidrometer ke dalam zat cair tersebut. Hasil pengukuran dapat diperoleh dengan acuan semakin dalam hidrometer tercelup, menyatakan massa jenis zat cair yang diukur semakin kecil.
    4. Massa Jenis Zat Berguna untuk Menentukan Jenis Zat
      Pernahkah kamu menjumpai suatu zat yang tidak dapat disebutkan jenisnya? Kamu dapat menentukan jenis suatu zat dengan cara mengukur massa zat dan volumenya, selanjutnya mencari massa jenis zat tersebut dengan cara membagi massa zat dengan volume zat. Hasil
      yang diperoleh dikonfirmasikan dalam tabel massa jenis berbagai zat.
    5. Manfaat Mengetahui Massa Jenis
      Mengapa aluminium digunakan untuk bahan pembuatan pesawat terbang? Mengapa polystyrene digunakan sebagai bahan mebeleir? Tahukah kamu alasannya?Aluminium bersifat kuat dan memiliki massa yang kecil sehingga ringan tidak seperti logam-logam lainnya misalnya, besi. Polystyrene memiliki massa yang cukup rendah dan massa jenis rendah. Hal ini mengandung makna polystyrene digunakan sebagai bahan mebeleir
      yang menempati ruangan luas tetapi massanya cukup rendah.